Syarat dan Kriteria Penerima Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja (KMK) adalah solusi dari pemerintah untuk para pengusaha yang kerap menemui jalan buntu dalam mencari sumber dana tambahan

Avatar
kredit modal kerja

Jempana.com – Lagi bingung mencari tambahan modal usaha untuk mengembangkan bisnismu? Cari tahu tentang kredit modal kerja (KMK) di sini.

Sebagaimana diketahui, KMK adalah fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha yang memerlukan dana segar untuk pengembangan bisnisnya.

Mulai sekarang, pelaku usaha tidak perlu pusing kalau ingin cari tambahan modal usaha. Karena pemerintah telah menggolontorkan dana sekitar Rp53,57 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja yang akan disalurkan lewat 15 bank terpilih.

Untuk mengetahui lebih rinci tentang fasilitas pinjman modal usaha satu ini, pastikan kamu membaca artikel ini hingga tuntas.

Pengertian Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja (KMK) adalah solusi dari pemerintah untuk para pengusaha yang kerap menemui jalan buntu dalam mencari sumber dana tambahan.

Oleh karena itu, Pemerintah menunjuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Penjamin dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai Pelaksana Dukungan Loss Limit atas Penjaminan Pemerintah.

Langkah yang diambil Pemerintah tersebut sejatinya dalam rangka menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program kredit ini adalah fasilitas  yang diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha, baik untuk perusahaan korporat maupun UMKM.

Beda KMK dengan Modal Usaha Lainnya

Sebagai perbandingan, KMK adalah produk dari kredit usaha yang juga dimiliki oleh pemerintah. Kredit Usaha sendiri terdiri atas dua macam, yakni KMK dan Kredit Investasi. Hal mendasar yang membedakan KMK dengan modal lain, yakni terkait jangka waktu yang diberikan.

Adapun modal kerja ini diterima dalam satu siklus usaha dengan jangka waktu maksimal satu tahun. Dalam jangka waktu setahun, maksimal nilai pencairan kredit adalah 70% dari total kebutuhan modal usaha.

Di samping itu, pembayaran KMK juga bisa dicicil dalam tenor atau kurun waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan dan aturan bank yang bekerja sama. Anda pun diwajibkan untuk menggunakan rekening koran setiap kali melakukan penarikan dan pelunasan kredit.  Namun, tidak semua pelaku usaha dapat menerima KMK ini karena ada syarat lainnya yang harus disesuaikan, antara lain, perizinan usaha yang setidaknya harus satu tahun.

Seberapa Penting Pinjaman Modal Kerja?

Sebagaimana telah disinggung di atas, pinjaman modal kerja diperlukan oleh pelaku usaha demi keberlangsungan bisnisnya. Modal tersebut dapat dipakai untuk keperluan operasional sehari-hari atau juga untuk menutupi utang dagang yang membuat banyak pengusaha bangkrut.

Untuk diketahui, ada beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh pelaku usaha apabila mengikuti KMK ini, yaitu:

  • Memenuhi kewajiban perusahaan kepada karyawan tepat waktu, misal untuk pembayaran upah.
  • Melancarkan operasional perusahaan dari segi produksi, distribusi, hingga perolehan barang yang dibutuhkan perusahaan.
  • Melindungi perusahaan dari krisis modal kerja.
  • Mempercepat pengembangan perusahaan.
  • Memastikan adanya dana yang cukup untuk melayani konsumen.
  • Memastikan adanya dana simpanan perusahaan untuk hal yang tidak terduga seperti kesalahan produksi dan lainnya.

Cara Mengajukan Kredit Modal Kerja Online 

Untuk memperoleh pinjaman modal kerja, Anda bisa melakukan pengajuan secara konvensional atau juga secara online. Jika ingin menggunakan cara konvesional, Anda harus datang ke bank terpilih yang sudah ditunjuk langsung oleh pemerintah.

Akan tetapi, bagi Anda yang ingin melakukan pengajuan secara online, Anda tidak perlu datang ke bank dan ikuti saja panduan berikut ini:

  1. Lakukan pengajuan secara online

Cara mengajukan KMK secara online, Anda hanya perlu mengisi formulir pengajuan di berbagai aplikasi atau jasa peminjaman uang online yang sudah ditunjuk, di antaranya dengan membuka situs bank terpilih untuk mengajukan pinjaman.

  1. Melakukan validasi data

Usai mengisi formulir pengajuan, pihak bank atau lembaga keuangan akan mengontak Anda. Lantas,, Anda bakal diminta untuk melakukan validasi data.

  1. Terima modal kerja

Apabila pengajuan KMK itu disetujui, Anda dapat langsung menerima modal kerja atau dana pinjaman. Dana kerja ini juga sudah siap Anda gunakan untuk keperluan usaha.

Kriteria Penerima Pinjaman Modal Kerja

Merujuk pada PP 43/2019 dan/atau padat karya sesuai PMK 16/2020, fasilitas penjaminan KMK korporasi ditujukan kepada pelaku usaha korporasi padat karya dengan kriteria tertentu.

Berikut ini adalah kriteria penerima kredit modal kerja:

  • Perusahaan dengan aktivitas bisnis turun (disertakan bukti statistik)
  • Perusahaan dengan karyawan minimal 300 orang
  • Perusahaan dengan multiplier tinggi
  • Perusahaan yang memiliki dokumen rencana penggunaan anggaran untuk daya tahan perusahaan maupun ekspansi
  • Perusahaan tidak termasuk perusahaan BUMN dan UMKM
  • Perusahaan tidak sedang dalam kasus hukum atau tuntutan kepailitan
  • Perusahaan memiliki performa loan lancar sebelum pandemi

Daftar Bank Penyalur Pinjaman Modal Usaha

Meski kehadiran KMK digadang-gadang sebagai solusi untuk pengusaha yang kekurangan modal usaha, tetapi tidak semua usaha dapat memperoleh pinjaman tersebut. Bagi Anda pelaku usaha yang ingin lolos mendapatkan pinjaman modal usaha ini, pastikan usaha Anda harus sudah mengantongi izin dan berdiri minimal satu tahun.

Setelah itu, barulah Anda dapat mengajukan fasilitas kredit ke-15 bank terpilih berikut ini:

  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank ICBC Indonesia
  • PT Bank Maybank Indonesia
  • PT Bank Resona Perdania Tbk
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank UOB Indonesia
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • Bank DKI
  • Bank MUFG Ltd

Kredit Modal Kerja Bank Mandiri

Sebagai contoh sederhana, di bawah ini akan diulas Kredit Modal Kerja Bank Mandiri.

Untuk diketahui, Bank Mandiri juga hadir sebagai salah satu bank terpilih pemerintah untuk menyalurkan fasilitas kredit yang satu ini. Mandiri KMK adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja untuk pengusaha yang habis dalam satu siklus usaha dan atau kebutuhan modal kerja yang bersifat khusus, misalnya untuk membiayai inventory/piutang /proyek/kebutuhan khusus lainnya.

Bank Mandiri sendiri membagi KMK ini menjadi 2, yaitu Revolving dan Non Revolving. Namun, besaran bunga KMK Mandiri ini tidak dipublikasikan di website resmi perusahaan.

  1. Revolving
  • Limit kredit di atas Rp500 juta hingga Rp25 miliar
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  • Pencairan dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan
  • Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit
  • Jangka waktu maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang
  1. Non Revolving
  • Limit kredit di atas Rp500 juta sampai dengan Rp25 miliar
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  • Pencairan dilakukan sekaligus
  • Bunga dibayar dan pokok dibayar tiap bulan untuk yang bersifat aflopend (angsuran)
  • Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit untuk yang bersifat non aflopend (bukan angsuran)
  • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan tidak dapat diperpanjang

Untuk persyaratan KMK Mandiri yang harus dipenuhi adalah:

  1. Nasabah Usaha Perseorangan
  • Formulir Aplikasi
  • Fotokopi KTP Pemohon & Suami/Istri
  • Fotokopi Surat Nikah/ Cerai (bagi yg telah menikah/cerai)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi rekening Koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi perizinan usaha (seperti SIUP, SITU, TDP/NIB dll)
  • Fotokopi dokumen kepemilikan agunan (seperti SHM/SHGB/SHMSRS dll)
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  1. Nasabah Badan Usaha
  • Formulir Aplikasi
  • Fotokopi KTP seluruh pengurus dan pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi rekening Koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP Pribadi/Perusahaan
  • Fotokopi Laporan Keuangan
  • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan dan Akta Perubahannya
  • Fotokopi perizinan usaha (seperti SIUP, SITU, TDP/NIB dll)
  • Fotokopi dokumen kepemilikan agunan (seperti SHM/SHGB/SHMSRS dll)

Itu tadi pembahasan seputar kredit modal kerja yang perlu diketahui. Sebagai pelaku usaha, tentu saja Anda sangat diharapkan untuk dapat memperoleh tambahan modal dengan program ini.